Prabowo Sebut Indonesia Terancam Miskin Selamanya, Ruhut Sitompul: Benar Kalau Dia Presidennya



TRIBUN-VIDEO.COM – Ruhut Sitompul menanggapi soal pernyataan Prabowo Subianto dalam Seminar Nasional dan Bedah Buku “Paradoks Indonesia”.

Hal tersebut disampaikan di akun Twitter-nya, @ruhutsitompul, Senin (3/9/2018).

Prabowo melontarkan kritikan kepada perekonomian Indonesia saat Seminar Nasional dan Bedah Buku “Paradoks Indonesia” di Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

Di dalam pidato yang disiarkan langsung di Facebooknya tersebut, Prabowo menyebut utang negara setiap tahunnya naik bahkan sampai Rp1 triliun tiap harinya.

“Saudara-saudara utang pemerintahan kita naik terus ya kan, 95 juta orang masih hidup miskin. Utang pemerintah kita naik terus. Sekarang hitungannya Rp1 triliun tiap hari,” kata Prabowo.

“Ada yang mengatakan tidak ada masalah, tapi para ahli yang mengerti bahwa utang itu mengancam kedaulatan,” lanjut Prabowo.

Dalam pidatonya tersebut, Prabowo menampilkan data dari Bank Dunia yang menunjukkan bahwa di Indonesia ada 40 orang terkaya yang memiliki kekayaan 584 kali rata-rata orang Indonesia lainnya.

“Pertumbuhan ekonomi tidak naik, Indonesia terancam negara miskin selamanya. Ya bener ada orang Indonesia yang kaya raya. Satu persen menguasai setengah kekayaan, 10 persen terkaya menguasai 75 persen kekayaan Indonesia,” ujar Prabowo.

Menanggapi hal tersebut, Ruhut Sitompul mengatakan bahwa pernyataan Prabowo tersebut lantaran ia galau dengan hasil kerja Presiden Joko Widodo.

“Prabowo: Indonesia terancam menjadi negara miskin selamanya, 100 untuk Pak Prabowo kalau dia presidennya,” ujar Ruhut Situmpol.

“Terlihat Wowo calon presiden yang makin stres dan galau melihat kerja kerja kerja Keras Bapak Joko Widodo sangat dirasakan rakyat Indonesia,” imbuh Ruhut Sitompul.

Ruhut menyebutkan satu di antara kesuksesaan Jokowi adalah penyelenggaraan Asian Games 2018.

“Contohnya Asian Games 18 Suksesss. Merdeka,” tukas Ruhut Sitompul.

Simak video di atas!(Tribun Video/Aprilia Saraswati)

source

Tinggalkan Balasan