ALASAN MULIA PRABOWO TAK PILIH CAWAPRES ULAMA;KOALISI GERINDRA PAN PKS DEMOKRAT SEPAKAT CAPRES CAWAP



Koalisi Gerindra, PAN dan PKS memutuskan untuk mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai capres-cawapres di Pilpres 2019. Setelah sempat alot, akhirnya kubu oposisi ini sepakat deklarasi tanpa menunggu keputusan Partai Demokrat.

BACA JUGA
Bisnis-bisnis Sandiaga Uno yang menjadikannya salah satu orang terkaya
Mengupas harta kekayaan Sandiaga Uno yang capai angka triliun

Ketua Garda 212, Ustaz Ansufri Idrus Sambo menilai, Prabowo telah menyelamatkan negeri ini dari perpecahan. Dia rela Prabowo tak memilih cawapres sesuai hasil ijtima ulama Indonesia yakni Ustaz Abdul Somad dan Habib Salim Segaf Aljufri.
“Jika Bapak Prabowo memilih seorang Ulama juga sebagai wakilnya maka seakan-akan Ulama akan diadu dan umat akan menjadi korbannya,” kata Ustaz Sambo dalam pesan singkat, Jumat (10/8).

BERITA TERKAIT
Sandiaga: I love Jakarta, Im gonna miss Jakarta so much
Unik, kalender PBNU bulan Agustus 2018 terpampang gambar Ma’ruf Amin
Sejak siang, Hatta Rajasa bolak balik ke rumah SBY

Hal tersebut menanggapi keputusan Capres incumbent Joko Widodo yang memilih KH Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya.

Sambo merasa bersyukur dengan pilihan Prabowo dan partai koalisinya. Menurut dia, menjaga persatuan umat salah satu hikmah yang sangat dalam di balik terpilihnya Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo.
“Mari wahai saudara-saudaraku para pejuang-pejuang semua dan juga bagi mereka yang ada rasa sedikit kecewa, mari kita hilangkan kekecewaan kita dan tetap menjaga persatuan umat,” kata dia.

Sambo mengajak semua pihak untuk tetap fokus terhadap gerakan 2019 ganti presiden dan berprasangka baik. Dia yakin pasangan Prabowo-Sandi adalah yang terbaik.
“Mari kita tetap fokus dengan 2019GantiPresiden dan tetap berprasangka baik kepada Allah bahwa pasangan Pak Prabowo dan Sandiaga Uno dapat memenangi Pilpres 2019,” tutup dia.

Seperti diketahui, GNPF Ulama merekomendasikan Salim Segaf dan Ustaz Abdul Somad sebagai Cawapres Prabowo. Namun setelah lobi dilakukan sejak Kamis (9/8), dua nama itu tak masuk daftar.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sandiaga Uno menjadi nama yang mengerucut di menit akhir. GNPF Ulama pun sempat merekomendasikan nama lain yakni mubalig Aa Gym dan Ustaz Arifin Ilham.

Pada akhirnya, Prabowo dan koalisinya memutuskan untuk memilih Sandiaga Uno sebagai Cawapres. Konsekuensinya, Demokrat belum mengambil sikap atas putusan itu sehingga tak hadir dalam deklarasi tengah malam tadi.

Baca juga:
Daftar ke KPU, Jokowi-Ma’ruf akan naik mobil hias Pancasila
Diminta Jokowi menjadi ketua tim pemenangan, JK pilih jaga gawang
Tak ikut deklarasi Prabowo, Demokrat rapat majelis tinggi pagi ini
Airlangga Hartarto sebut Jokowi minta JK masuk tim pemenangan
Deklarasi Prabowo dan Sandiaga Uno sebagai capres-cawapres
Ketum PAN: Prabowo jadi presiden, kasus Novel Baswedan 3 bulan kelar

source

Tinggalkan Balasan